Layanan Akademik

Peraturan dan Prosedur Cuti Mahasiswa

  1. Cuti akademik diberikan apabila mahasiswa bersangkutaan telah mengikuti minimal 2 (dua) semester masa studi.
    1. Cuti akademik yang direncanakan, merupakan cuti akademik yang diberikan atas kehendak bersangkutan.
      1. Cuti akademik hanya diberikan untuk jangka waktu 2 (dua) semester baik berurutan maupun tidak.
      2. Permohonan cuti akademik yang direncanakan diajukan oleh mahasiswa yang bersangkutan sebelum pelaksanaan registrasi administrasi.
      3. Formulir Permohonan cuti akademik yang direncanakan diajukan selambat–lambatnya 30 (tiga puluh) hari pertama registrasi administrasi.
      4. Mahasiswa tetap Membayar uang cuti.
    2. Cuti akademik yang tidak direncanakan, merupakan cuti akademik yang karena hal–hal lain yang tidak atas kehendak mahasiswa yang bersangkutan.
      1. Cuti akademik tidak direncanakan dengan alasan kesehatan (sakit atau kecelakaan) lebih dari 1 bulan harus mendapat rekomendasi dari dokter.
      2. Permohonan cuti karena alasan sakit atau kecelakaan dapat diajukan oleh mahasiswa yang selama semester berjalan dengan cara mengisi formulir.
      3. Permohonan cuti diajukan selambat–lambatnya 15 (lima belas) hari setelah hari pertama registrasi.
      4. Mahasiswa tetap Membayar uang cuti.
    3. Cuti akademik tidak direncanakan dengan alasan kesehatan (sakit atau kecelakaan) lebih dari 1 bulan harus mendapat rekomendasi dari dokter.
      1. Permohonan cuti karena alasan sakit atau kecelakaan dapat diajukan oleh mahasiswa yang selama semester berjalan dengan cara mengisi formulir.
      2. Permohonan cuti diajukan selambat–lambatnya 15 (lima belas) hari setelah hari pertama.
      3. Mahasiswa tetap Membayar uang cuti.
    4. Cuti akademik karena alasan khusus, cuti yang diberikan kepada mahasiswa karena alasan khusus dengan pertimbangan khusus dan sangat efektif.
      1. Cuti akademik karena alasan khusus diberikan pada mahasiswa yang ditemukan hamil pada saat masih aktif dalam perkuliahan maupun saat di lahan praktek.
      2. Cuti pada mahasiswa yang ditemukan hamil diberikan selama 2 semester.
      3. Selama cuti wajib membayar biaya SPP cuti dan biaya pengulangan materi/praktik.
      4. Mahasiswa tetap Membayar uang cuti.

  2. Mahasiswa Cuti / Berhenti Studi Sementara (BSS) berkonsultasi tentang kelengkapan administrasi pengajuan cuti Ke Pembimbing Akademik (PA) kemudian bersama mahasiswa menghadap ke WaDir III.
    1. Surat pengajuan cuti akademik harus dilengkapi dengan:
      1. Formulir cuti mahasiswa yang didownload di Web SIAKAD.
      2. Foto copy Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) 1 lembar.
      3. Surat Keterangan bebas tanggungan keuangan dari Bidang Administrasi.
      4. Surat Keterangan bebas tanggungan dari bagian perpustakaan.
      5. Surat Keterangan bila ada (hamil, sakit, dll).
    2. Setelah kelengkapan pengajuan cuti akademik lengkap, mahasiswa membawa berkas tersebut ke Bagian Administrasi untuk dibuatkan surat cuti.
    3. Surat cuti ditandatangan WaDir III.
    4. Selesai.